Capaian Indikator Mutu Nasional Triwulan 2 Tahun 2026 di RSU Karya Dharma Husada

Indikator Nasional

No.Kategori Indikator NasionalJudul IndikatorCapaian Bulanan Tahun 2026Rata – RataTarget
JanFebMarAprMeiJunJulAgsSepOktNovDes  
1Nasional 1Kepatuhan Kebersihan Tangan81%82%84%85%87%85%      84%85%
2Nasional 2Kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri83%84%85%85%86%85%      84,6%100%
3Nasional 3Kepatuhan identifikasi pasien100%100%100%100%100%100%      100%100%
4Nasional 4Waktu tanggap seksio sesarea emergensi100%100%100%100%100%100%      100%>80%
5Nasional 5Waktu tunggu rawat jalan91%92%91%86%92%97%      91,5%>80%
6Nasional 6Penundaan operasi elektif0%0%0%0%0%0%      0%<5%
7Nasional 7Kepatuhan waktu visite dokter100%100%100%100%100%100%      100%>80%
8Nasional 8Pelaporan hasil kritis laboratorium100%100%100%100%100%100%      100%100%
9Nasional 9Kepatuhan penggunaan Formularium Nasional/Formularium RS100%100%100%100%100%100%      100%>80%
10Nasional 10Kepatuhan terhadap clinical pathway100%100%100%100%100%100%      100%>80%
11Nasional 11Kepatuhan upaya pencegahan risiko pasien jatuh100%100%100%100%100%100%      100%100%
12Nasional 12Kecepatan waktu tanggap terhadap Komplain100%100%100%100%100%100%      100%100%
13Nasional 13Kepuasan pasien97,5%97,5%98,5%97,5%97,5%97%      97,5%>76.61%

Chart Indikator Mutu Nasional

Keterangan : Masih belum tercapai dengan maksimal terkait kepatuhan petugas kesehatan dalam penggunaan APD di seluruh keperawatan perlu ditingkatkan. Rata-rata capaian pada periode Januari-Juni Tahun 2026 yaitu 84,6% dari target 100%
Keterangan : Masih belum tercapai dengan maksimal terkait kepatuhan petugas kesehatan dalam melakukan 6 langkah cuci tangan dan 5 moment di seluruh keperawatan perlu ditingkatkan dengan rata-rata capaian periode Januari-Juni Tahun 2026 yaitu 84% dari target 85%
Keterangan : Ketepatan Identifikasi pasien tercapai 100% pada bulan Januari-Juni mencapai target 100%
Keterangan : Waktu tanggap terhadap SC emergency sudah 100% pada periode Januari-Juni Tahun 2026 dari target 80%
Keterangan : Waktu tunggu rawat jalan sudah mencapai target pada setiap bulannya pada periode Januari-Juni Tahun 2026 dengan rata-rata 91,5% dari target >80%
Keterangan : Penundaan Operasi Elektif sudah mencapai target pada periode Januari-Juni tahun 2026 dengan rata-rata 0% dari target < 5%
Keterangan : Kepatuhan waktu visite dokter sudah mencapai target pada periode Januari-Juni tahun 2026 dengan rata-rata 100% dari target >80%
Keterangan : Pelaporan hasil kritis laboratorium periode Janauri-Juni tahun 2026 tercapai rata-rata 100% dari setiap bulannya.
Keterangan : Kepatuhan penggunaan Formularium Nasional sudah mencapai target pada periode Januari-Juni tahun 2026 dengan rata-rata 100% dari target > 80%
Keterangan : Kepatuhan terhadap clinical pathway mencapai rata-rata 100% pada periode Januari-Juni tahun 2026 dari target > 80%
Keterangan : Kecepatan waktu tanggap terhadap complain sudah mencapai target pada periode Januari-Juni tahun 2026 dengan rata-rata 100% dari target 100%
Keterangan : Kepuasan pasien sudah mencapai target dengan rata-rata 97,5% pada periode Januari-juni tahun 2026 dari target > 76,61%

Analisa Pencapaian Indikator Mutu dan Keselamatan Pasien

Indikator yang cenderung belum mencapai target dan perlu dilaksanakan peningkatan mutu dengan PDSA yang lebih baik sebagai berikut:
  1. Pencapaian Persentase kepatuhan petugas kesehatan dalam melakukan 6 langkah cuci tangan dan 5 moment di seluruh unit keperawatan mencapai rata-rata 84% dari target 85% pada triwulan 2 tahun 2026
ProblemPencapaian Persentase kepatuhan petugas kesehatan dalam melakukan 6 langkah cuci tangan dan 5 moment di seluruh unit keperawatan mencapai rata-rata 84% dari target 85% pada triwulan 2 tahun 2026Komponen kepatuhan terendah ditemukan pada:
  • Moment 1: sebelum kontak dengan pasien,
  • Moment 5: setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.
Selain itu masih ditemukan:
  • petugas lupa melakukan hand hygiene saat beban kerja tinggi,
  • penggunaan APD dianggap sudah menggantikan hand hygiene,
  • beberapa handrub tidak tersedia pada titik pelayanan.
P(Plan)Memberikan sosialisasi ke PPA tentang Pentingnya cuci tangan untuk mengurangi infeksi nosocomial di rumah sakit, penambahan handrub di setiap titik pelayanan pasien, pemasangan poster pengingat visual Audit observasi mingguan oleh IPCN, feedback kepatuhan per ruangan setiap bulan, penunjukan champion hand hygiene di tiap unit.
D(Do)Berkoordinasi dengan PPI dan Manajer serta Koordinator Unit terkait tentang sosialisasi pentingnya cuci tangan kepada dokter, perawat, dan tenaga penunjang, Simulasi praktik 6 langkah hand hygiene, Penempatan tambahan dispenser handrub, Monitoring harian oleh IPCN, Penyampaian reminder saat briefing pagi.
S(Study)Pada periode bulan januari-juni tahun 2026, melihat dari proses yang sudah dilakukan terjadi peningkatan presentasi capaian per bulannya namun masih belum mencapai target yang sudah ditentukan.Dampak terhadap Mutu dan EfisiensiMutu Pelayanan
  • Risiko HAIs menurun
  • Keselamatan pasien meningkat
  • Kepatuhan standar PPI meningkat
Efisiensi Sumber DayaPenurunan potensi infeksi nosokomial berdampak pada:
  • pengurangan LOS,
  • pengurangan penggunaan antibiotik,
  • pengurangan biaya perawatan tambahan,
  • penurunan beban penggunaan APD dan alat invasif tambahan.
Jika 1 kasus HAIs menambah LOS rata-rata 5 hari, maka pencegahan infeksi melalui peningkatan hand hygiene dapat meningkatkan efisiensi penggunaan tempat tidur dan kapasitas pelayanan rumah sakit.
A(Action)Tetap konsisten dalam:
  • Memberikan supervise, edukasi kepada seluruh Nakes untuk aktif melakukan cuci tangan dalam 6 langkah dan dilakukan pada setiap 5 moment
  • Menetapkan audit hand hygiene mingguan sebagai kegiatan rutin
  • Menjadikan hasil kepatuhan sebagai bahan evaluasi kepala ruangan
  • Integrasi edukasi hand hygiene pada orientasi pegawai baru
  1. Pencapaian Kepatuhan Penggunaan APD mencapai rata-rata 84% dari target 100% pada triwulan 2 Tahun 2026
ProblemPencapaian Kepatuhan Penggunaan APD mencapai rata-rata 84,6% dari target 100% pada triwulan 2 Tahun 2026Ketidakpatuhan paling sering ditemukan pada:
  • Penggunaan face shield saat tindakan droplet
  • Penggunaan sarung tangan tidak sesuai indikasi
  • Pelepasan APD tidak sesuai prosedur
  • serta Penggunaan masker yang tidak konsisten di area tertentu
Dampak yang berpotensi terjadi:
  • Peningkatan risiko Healthcare Associated Infections (HAIs)
  • Paparan infeksi pada petugas
  • Pemborosan penggunaan APD
  • dan Meningkatnya risiko insiden keselamatan kerja
P(Plan)Meningkatkan kepatuhan Nakes dalam pemakaian APD agar terhindar dari penularan infeksiRencana Perbaikan
  1. Edukasi ulang penggunaan APD sesuai risiko
  2. Simulasi proses memakai dan melepas APD
  3. Penempatan APD di seluruh titik pelayanan berisiko
  4. Audit kepatuhan mingguan oleh IPCN
  5. Feedback hasil audit kepada unit pelayanan
D(Do)
  1. Melakukan Kolaborasi dengan Komite PPI dalam sosialisasi pentingnya penggunaan APD
  2. Melakukan Koordinasi dengan Koordinator unit dalam pemantauan pemakaian APD di unit
  3. Melakukan Koordinasi dengan Logistik terkait stok APD RS
S(Study)Pada triwulan 2 tahun 2026, Pada hasil pemantauan selama ini dilakukan banyak Nakes yang kurang tepat penggunaan APD dikarenakan belum memahami benar standar APD 1, 2 dan 3. Disamping itu pengamprahan stok APD oleh Koordinator unit belum semua diamprahkan sesuai kebutuhan unit.Dampak terhadap Mutu dan EfisiensiDampak Mutu dan KeselamatanPeningkatan kepatuhan APD menghasilkan:
  • Perlindungan tenaga kesehatan lebih baik
  • Penurunan risiko transmisi infeksi
  • Peningkatan kepatuhan standar PPI
  • dan Peningkatan budaya keselamatan kerja
Dampak Efisiensi Sumber DayaEfisiensi PelayananPencegahan paparan infeksi membantu mengurangi:
  • Absensi tenaga kesehatan akibat sakit
  • Gangguan pelayanan
  • dan Kebutuhan tracing paparan.
Efisiensi Penggunaan APDEdukasi penggunaan APD sesuai indikasi menurunkan:
  • Penggunaan APD berlebihan
  • Pemborosan stok
  • dan Risiko kekurangan APD
Efisiensi Biaya PelayananPenurunan risiko infeksi nosokomial membantu mengurangi:
  • Biaya perawatan tambahan
  • Penggunaan antibiotic
  • dan Perpanjangan LOS pasien
A(Action)
  • Melakukan pemahaman standar APD level 1, 2 dan 3. Perbaiki pengamprahan APD di bagian Logistik oleh Koordinator unit
  • Menetapkan audit APD rutin sebagai indikator mutu PPI
  • Integrasi monitoring kepatuhan APD pada supervisi kepala ruangan
  • Evaluasi stok APD harian berbasis utilisasi
  • Refresh training penggunaan APD setiap 6 bulan
  • Pemberian feedback kepatuhan per unit

Rekomendasi dan Rencana Tindak Lanjut

NoMasalahTindak lanjutEvaluasi
1Pencapaian Persentase kepatuhan petugas kesehatan dalam melakukan 6 langkah cuci tangan dan 5 moment di seluruh unit keperawatan mencapai rata-rata 84% dari target 85% pada triwulan 2 tahun 2026
  1. Memberikan supervise, edukasi kepada seluruh Nakes untuk aktif melakukan cuci tangan dalam 6 langkah dan dilakukan pada setiap 5 moment
  2. Menetapkan audit hand hygiene mingguan sebagai kegiatan rutin
  3. Menjadikan hasil kepatuhan sebagai bahan evaluasi kepala ruangan
  4. Integrasi edukasi hand hygiene pada orientasi pegawai baru
Pada periode bulan januari-juni tahun 2026, melihat dari proses yang sudah dilakukan terjadi peningkatan presentasi capaian per bulannya namun masih belum mencapai target yang sudah ditentukan
2Pencapaian Kepatuhan Penggunaan APD mencapai rata-rata 84,6% dari target 100% pada triwulan 2 Tahun 2026
  1. Melakukan pemahaman standar APD level 1, 2 dan 3. Perbaiki pengamprahan APD di bagian Logistik oleh Koordinator unit
  2. Menetapkan audit APD rutin sebagai indikator mutu PPI
  3. Integrasi monitoring kepatuhan APD pada supervisi kepala ruangan
  4. Evaluasi stok APD harian berbasis utilisasi
  5. Refresh training penggunaan APD setiap 6 bulan
  6. Pemberian feedback kepatuhan per unit
Pada triwulan 2 tahun 2026, Pada hasil pemantauan selama ini dilakukan banyak Nakes yang kurang tepat penggunaan APD dikarenakan belum memahami benar standar APD 1, 2 dan 3. Disamping itu pengamprahan stok APD oleh Koordinator unit belum semua diamprahkan sesuai kebutuhan unit.
Scroll to Top